SISTEM KOORDINAT PADA CITRA
Sebuah citra adalah kumpulan piksel-piksel yang disusun dalam bidang dua dimensi. Indeks baris dan kolom (x,y) dalam sebuah piksel dinyatakan dengan bilangan bulat. Piksel (0,0) terletak pada sudut kiri atas pada citra, indeks x bergerak ke kanan dan indeks y bergerak ke bawah. Sistem koordinat pada citra ini berkebalikan dengan sistem koordinat grafik matematika/kartesian (Putra, 2011). Gambar di bawah ini menujukkan perbedaan titik origin antara dua jenis sistem koordinat tersebut.

Secara matematis fungsi intensitas cahaya pada bidang 2D disimbolkan dengan f(x,y), dimana :
(x,y) : koordinat pada bidang 2D
f(x,y) : intensitas cahaya (brightness) pada titik (x,y)
Karena cahaya merupakan bentuk energi, maka intensitas cahaya bernilai antara 0 sampai tidak berhingga, 0 ≤ f(x,y) ≤ ∞
f(x,y) = i(x,y) . r(x,y)
Dimana :
i(x,y) : jumlah cahaya yang berasal dari sumbernya (illumination) yang nilainya 0 ≤ i(x,y) ≤ ∞ Nilai i(x,y) ditentukan oleh sumber cahaya.
r(x,y) : derajat kemampuan obyek memantulkan cahaya (reflection) yang nilainya 0 ≤ r(x,y) ≤ 1 Nilai r(x,y) ditentukan oleh karakteristik obyek di dalam citra. r(x,y)=0 mengindikasikan penyerapan total. r(x,y)=1 mengindikasikan pemantulan total.
CITRA GRAYSCALE
adalah citra yang nilai intensitas pikselnya berdasarkan derajat keabuan.
Sedangkan,
CITRA SPEKTRAL
Proses digitalisasi yang dilakukan oleh kamera digital
PIXEL DEPTH
adalah banyaknya warna yang bisa ditampilkan berdasarkan jumlah bit pada pixel tersebut.
b. Citra Foto Berdasarkan Warna.
c. Citra Foto Berdasarkan Sumbu Kamera.
d. Citra Foto Berdasarkan Jumlah Kamera.
Citra non Foto
Citra nonfoto dapat dibedakan menjadi :
(x,y) : koordinat pada bidang 2D
f(x,y) : intensitas cahaya (brightness) pada titik (x,y)
Karena cahaya merupakan bentuk energi, maka intensitas cahaya bernilai antara 0 sampai tidak berhingga, 0 ≤ f(x,y) ≤ ∞
f(x,y) = i(x,y) . r(x,y)
Dimana :
i(x,y) : jumlah cahaya yang berasal dari sumbernya (illumination) yang nilainya 0 ≤ i(x,y) ≤ ∞ Nilai i(x,y) ditentukan oleh sumber cahaya.
r(x,y) : derajat kemampuan obyek memantulkan cahaya (reflection) yang nilainya 0 ≤ r(x,y) ≤ 1 Nilai r(x,y) ditentukan oleh karakteristik obyek di dalam citra. r(x,y)=0 mengindikasikan penyerapan total. r(x,y)=1 mengindikasikan pemantulan total.
CITRA GRAYSCALE
adalah citra yang nilai intensitas pikselnya berdasarkan derajat keabuan.
Sedangkan,
CITRA SPEKTRAL
adalah salah satu cara atau metode menangkap data gambar pada frekuensi tertentu di seluruh spektrum elektromagnetik.
Proses digitalisasi yang dilakukan oleh kamera digital
- Kita memotret gambar pohon dengan kamera digital. Cahaya gambar datang dari pohon ke kamera dan mengenai lensa kamera.
- Sensor CCD ( Charge Coupled Device ) ialah sebuah alat yang berfungsi menangkap gambar seukuran kuku atau anggap saja sebesar micro sd card ponsel selular. Tugas CCD adalah menangkap sinyal analog / gambar lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik.
- Proses kompresi format gambar ( contoh : RAW / JPEG ) oleh cara kerja kamera digital dilakukan pada bagian pemrosesan gambar yang mengubah sinyal listrik menjadi sinyal digital dengan konverter ADC ( Analog/Digital Converters ).
- Setelah gambar diubah menjadi sinyal digital, maka akan diproses oleh chip processors komputer yang dimiliki setiap kamera.
- Proses terakhir cara kerja kamera digital adalah mengirim data digital tersebut untuk disimpan pada memory card. SD atau CF adalah salah satu contoh memory card pada kamera digital.
PIXEL
adalah bagian terkecil pada suatu gambar digital. Monitor menampilkan gambar dengan membagi-bagi layar menjadi ribuan (bahkan jutaan) pixel-pixel, tersusun pada banyak baris dan kolom. Pixel-pixel ini sangat dekat satu sama lain sehingga tampak seperti terhubung satu sama lain.
PIXEL DEPTH
adalah banyaknya warna yang bisa ditampilkan berdasarkan jumlah bit pada pixel tersebut.
PROSES TERBENTUKNYA CITRA DI DALAM KOMPUTER
DIGITIZER ( Digital Acquisition System ) adalah Sistem penangkap citra digital yang melakukan penjelajahan citra dan mengkonversinya ke representasi numerik sebagai masukan bagi komputer digital. Hasil dari digitizer adalah matriks yang elemen-elemennya menyatakan nilai intensitas cahaya pada suatu titik.
Digitizer terdiri dari 3 komponen :
- Sensor citra yang bekerja sebagai pengukur intensitas cahaya
- Perangkat penjelajah yang berfungsi merekam hasil pengukuran intensitas pada seluruh bagian citra
- pengubah analog ke digital yang berfungsi melakukan sampling dan kuantisasi.
Jika kita mempunyai citra dengan ukuran 1024x800 pixel dengan 512 pixel depth.
maka cara menghitung ukuran nya adalah :
1024 x 800 x 512 = 419430400/8 bit
= 52428800/1024 Byte
= 51200/1024 KByte
= 50 MByte.
MACAM CITRA
Citra Terdiri dari : 1. Citra Foto
2. Citra non Foto
Citra Foto
Adalah data pengindraan jauh dapat berupa data digital (numerik) dan data visual (citra ) data digital terekam dalam bentuk angka yang menunjukan tingkat kecerahan untuk di analisis mengunakan komputer. Citra foto berupa lembaran-lembaran foto.
Berdasarkan spectrum electromagnet yang digunakan, citra foto dapat dibedakan menjadi:
a. Citra Foto Berdasarkan Spectrum Elektromagnetik Yang Digunakan.b. Citra Foto Berdasarkan Warna.
c. Citra Foto Berdasarkan Sumbu Kamera.
d. Citra Foto Berdasarkan Jumlah Kamera.
Citra non Foto
adalah citra yang dibuat dengan menggunakan sensor elektronik. Spectrum elektromagnetik yang diterima oleh sensor, kemudian direkam pada pita magnetik. Wujud pita ini seperti pita video tape. Cara perekamannya, menggunakan sistem scanning sehingga sensor ini juga disebut scanner. Sinyal elektronik yang terekam dapat divisualisasikan pada layar komputer. Dari layar komputer, citra dapat diolah menjadi foto atau bentuk lainnya.
a. Citra Inframerah Termal.
b. Citra Microwave dan Citra Radar.
c. Citra Satelit.
ELEMEN DASAR CITRA DIGITAL
1. Kecerahan
Intensitas cahaya rata - rata dari suatu daerah yang melingkupi nya.
2. Kontras
Penyebaran gelap dan terang dalam sebuah citra
- Citra dengan kontras rendah, komposisi gelap-terang sebagian.
- Citra dengan kontras yang baik, komposisi gelap-terang tersebar merata.
3. Kontur
Keadaan yang di timbulkan oleh perubahan intensitas pada pixel -pixel, sehingga kita bisa melihat tepi objek di dalam citra.
4. Warna
Persepsi yang dirasakan oleh mata manusia terhadap panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh suatu objek.
5. Bentuk
Properti intrinsik dari objek 3D, dengan pengertian bahwa bentuk merupakan properti intrinsik utama untuk mata manusia.
6. Tekstur
Penyebaran spasial dari derajat keabuan di dalam sekumpulan pixel - pixel yang berdekatan.
SUMBER
http://koneksiartikel.blogspot.co.id/2013/01/sistem-koordinat-citra.html
https://mkpcd.blogspot.co.id/
https://pemrogramanmatlab.com/2015/12/27/pengolahan-citra-digital-rgb-grayscale-biner-menggunakan-gui-matlab/
https://id.wikipedia.org/wiki/Pencitraan_multispektral
https://muhammadaltway.wordpress.com/2010/10/18/cara-kerja-kamera-digital/
http://www.jendelasarjana.com/2014/05/pengertian-pixel.html
http://azhar-artazie.blogspot.co.id/2011/12/pembentukan-citra-digital_29.html
https://geografisemuamateri.wordpress.com/2016/10/06/jenis-jenis-citra-dan-interprestasi-citra/
Komentar
Posting Komentar